KAI Logistik perusahaan menyediakan jasa logistik berbasis kereta api dan terintegrasi, turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Trans Studio Mall Cibubur. Dalam sesi bertajuk “Halal in Motion – Supply Chain Across Borders”, KAI Logistik diwakili oleh VP of Commercial, Ferdian Pardosi, sebagai panelis yang membahas perkembangan logistik halal, termasuk pemanfaatan moda kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi produk halal lintas wilayah.
Diskusi tersebut menjadi relevan seiring dengan semakin luasnya perhatian terhadap aspek halal yang tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga tahapan distribusi dan rantai pasok. Ketentuan tersebut salah satunya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memperluas cakupan jaminan halal hingga aspek distribusi dan rantai pasok. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pasar logistik halal di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, nilainya mencapai USD 53,1 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 100,7 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,2%. Nilai tersebut mencakup sekitar 13,5% dari pasar logistik halal global, dengan aktivitas distribusi yang tinggi di sejumlah koridor logistik, termasuk Pulau Jawa.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur dan proses logistik yang mampu menjaga produk selama perjalanan. Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik telah memperoleh sertifikasi halal untuk jasa pendistribusian sejak 14 Juni 2024 yang mencakup tiga Terminal Barang Area, yaitu Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Cakupan sertifikasi kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan Terminal Barang Area Ronggowarsito, Semarang. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas kesiapan fasilitas dan proses operasional untuk melayani kebutuhan distribusi produk yang memerlukan standar halal.
Penerapan standar tersebut didukung melalui prosedur operasional yang memperhatikan aspek pemisahan dan penanganan barang selama proses distribusi. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku industri halal, termasuk sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dalam memperoleh layanan logistik yang sesuai dengan kebutuhan rantai pasoknya.
Ferdian menjelaskan, penerapan standar halal dalam kegiatan operasional dilakukan melalui sejumlah prosedur untuk menjaga kondisi dan integritas muatan selama proses pengiriman. “Salah satunya melalui pemisahan penataan kontainer untuk pengiriman berbasis halal dan non-halal. Proses tersebut juga didukung dengan pemeriksaan dan penanganan kontainer, mulai dari pengecekan kondisi, pencucian menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan, hingga proses pensucian sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, aspek halal dapat tetap terjaga sejak barang diterima di titik awal pengiriman hingga tiba di tujuan,” ujar Ferdian.
Selain angkutan barang berbasis kontainer, penguatan ekosistem logistik halal juga diterapkan melalui layanan distribusi ritel KALOG Express. Layanan tersebut telah memperoleh sertifikasi halal pada tiga titik distribusi, yaitu Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Kehadiran titik layanan bersertifikat ini memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan proses pengiriman dengan memperhatikan aspek halal, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan standar pada layanan distribusi ritel KAI Logistik.
“Rantai pasok memiliki peran penting dalam menjaga integritas produk halal mulai dari titik asal hingga tujuan. Melalui penerapan standar halal pada layanan kontainer maupun ritel, KAI Logistik terus meningkatkan kesiapan operasional agar dapat mengambil bagian dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dan efisien. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok halal global,” tutup Ferdian.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES