Jepara, DIGISTRA News - Pemerintah terus memacu kesiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan mematangkan pemenuhan lahan serta fasilitas pendukung sejak fase awal. Komitmen ini ditunjukkan secara langsung melalui inspeksi lapangan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, ke calon tapak kawasan SNT di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Area seluas 12,30 hektare yang dialokasikan untuk pembangunan institusi pendidikan ini dinilai amat potensial dikembangkan sebagai kompleks pendidikan terpadu. Kunjungan langsung tersebut ditujukan untuk memvalidasi kelayakan teknis, administrasi, hingga aspek legalitas sebelum proyek fisik resmi berjalan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menggarisbawahi bahwa perancangan SNT bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan bagian dari skema besar pemerintah dalam mendongkrak mutu pendidikan nasional yang dirancang secara terukur dan berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan setiap lokasi yang dipilih benar-benar siap untuk dikembangkan. SNT harus dibangun di atas perencanaan yang matang, memiliki kepastian hukum, didukung infrastruktur yang memadai, dan mampu menjadi pusat layanan pendidikan yang berkualitas," ujar Abdul Mu'ti, dalam keterangan tertulis yang diterima yang diterima InfoPublik, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, peninjauan langsung di lapangan merupakan kunci agar seluruh proses konstruksi memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga mampu melahirkan fasilitas belajar yang adaptif terhadap kebutuhan warga sekaligus mendorong kualitas SDM lokal.

Sebelum kehadiran menteri, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jawa Tengah telah lebih dahulu merampungkan proses verifikasi lokasi pada 26–28 Juli 2026. Dari hasil penelaahan, kawasan yang diajukan dinyatakan memenuhi syarat utama untuk ditransformasikan menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi.

SPONSORED AD
SPACE IKLAN 728 x 90 px

Dari total hamparan lahan 12,30 hektare tersebut, seluas 9,95 hektare dikategorikan sebagai area efektif untuk pengerjaan fisik. Kontur tanah yang terbilang landai menjadi nilai tambah tersendiri karena tidak memerlukan proses pematangan lahan (land clearing) yang rumit, sehingga diprediksi sanggup menghemat waktu konstruksi.

Dilihat dari kacamata tata ruang, calon lokasi SNT ini pun sudah memegang dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari Pemkab Jepara. Di samping itu, konektivitas serta jalur transportasi menuju area dinilai sangat memadai untuk menopang mobilitas material pembangunan maupun kegiatan sekolah di kemudian hari.

Fasilitas pendukung seperti pasokan listrik dilaporkan telah tersedia di sekitar area. Adapun pengerjaan fasilitas air bersih dan perampungan kelengkapan dokumen lingkungan hidup bakal diselesaikan pada tahapan perencanaan selanjutnya sebelum babak konstruksi dimulai.

Pemerintah optimistis bahwa ketelitian pada tahap verifikasi ini akan menjamin proyek SNT tepat sasaran, berwawasan jangka panjang, serta berdaya guna tinggi. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu memperkokoh tatanan pendidikan nasional dan membuka akses yang lebih luas bagi publik terhadap pendidikan bermutu yang siap menjawab tantangan zaman.